Trotoar di Paris Kini Ramai Segway

Saat berwisata ke Paris, kegiatan tidak melulu ke luar masuk butik atau restoran mewah. Sekedar berjalan kaki juga sah-sah saja untuk dilakukan, atau bahkan bisa juga duduk-duduk di keramaian.

Pun demikian, aktifitas gratisan seperti berjalan kaki juga butuh tenaga dan usaha. Trotoar di kota yang konon romantis ini kini padat dengan beragam kendaraan, meski bukan yang bermotor bbm, seperti sepeda, skuter dan Segway.

Jika kamu baru sekali mengunjungi Paris, Anda kudu berhati-hati dengan kendaraan ramah lingkungan yang seliweran di tempat pejalan kaki. Pasalnya, pengguna sering kali memacu kendaraannya lumayan cepat dan melintas tanpa kita lihat.

Industri pariwisata di Paris memang terus berkembang sejak beberapa tahun silam. Alhasil, jumlah wisatawan pun ikut terdongkrak dari waktu ke waktu.

Menurut salah satu sumber, Paris kedatangan 83 juta orang sepanjang tahun 2017. Kini, bisa dibayangkan bagaimana sibuk dan ramainya kota tersebut.

segway

“Gue pake skuter listrik tiap hari saat ngantor atau ketemuan dengan klien. Gw pilih ini karena lebih cepet ketimbang taksi online, subway, kuda, dll,” kata Jonathan, seorang akamsi yang bekerja sebagai web developer di perusahaan start up.

“Suer gw ga ngibul, skuter kadang bisa bahaya. Banyak penggunanya yang ga pake helm dan jalanan kadang kondisinya ga ketebak,” ia melanjutkan sambil membeberkan beberapa kejadian kecelakaan terkait penggunaan skuter.

Bagi turis yang ingin ber-segway ria, mereka juga bisa menyewa kick scooter yang sebelumnya disebutkan.

Bisnis penyewaan kendaraan jenis ini bukan hanya dijalankan swasta saja, pemerintah kota kini juga turut menyediakan jasa tersebut.

Karena banyaknya pengguna skuter, sepeda, Segway dan lain-lain, akhirnya membuat sejumlah orang yang sedang jalan-jalan santai jengkel. Bukan tanpa sebab, pengguna sering kali memacu kendaraannya dengan cepat sehingga membahayakan pejalan kaki.

Sepasang kekasih yang sedang berbulan madu asal Kenya kesal dengan pengendara yang kebut-kebutan meski di tempat pejalan kaki.

“Itu orang seperti ga peduli dengan kehadiran orang lain di trotoar,” kata Cilula, salah seorang kekasih.

“bahkan pernah saya nyaris kena tabrak,” katanya.

Anne Hidalgo, Wali Kota Paris, mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan guna meminimalkan polusi udara di kotanya.

Jadi sepertinya, mereka yang berjalan kaki harus lebih sabar menghadapi mereka yang berkendara ugal-ugalan di trotoar di kota Paris.

Sumber: Melotronic.com

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *