Tips Simpel Budidaya Ikan Nila di Kolam Kecil

Budidaya ikan nila merupakan salah satu jenis usaha yang sangat menguntungkan. Selain budidayanya cukup mudah, tingkat konsumsi ikan nila di kalangan masyarakat juga sangat besar. Hanya saja untuk keberhasilan budidayanya, dibutuhkan pengetahuan tentang cara budidaya ikan nila yang benar.

Tahapan Penting Budidaya Ikan Nila di Kolam Kecil

Pada artikel kali ini saya akan membagikan tips bagaimana cara budidaya atau memelihara ikan nila di kolam kecil dengan hasil maksimal. Untuk itu, ada beberapa langkah sederhana tapi sangat penting yang perlu Anda lakukan.

1.Persiapan kolam

Kolam untuk budidaya ikan nila dibuat dari terpal dengan kedalaman kira-kira 50—75 cm agar tersedia ruang yang memadai buat ikan nila berkembang biak secara sempurna. Setelah itu dasar kolam harus dipadatkan dan dibuat tanggul di pinggir kolam yang seharusnya dikuatkan dengan batu bata/batako.

Budidaya ikan nila

Dasar kolam juga harus diberi batu bata agar dasar kolam jadi keras dan rata. Setelah diberi sekam secara merata, barulah terpal bisa dipasang dengan segera untuk menghindari kehilangan air.

Ingat, periksa dulu pinggiran terpal. Pastikan kalau pinggirannya betul-betul terikat dengan pinggir-pinggir kolam. Sebaiknya pinggiran terpal juga diberi batu bata agar terpal tidak mudah berubah bentuk dalam rangka mencegah adanya kebocoran.

Setelah semua sudah terpasang dengan baik, barulah kolam diisi dengan air untuk memastikan ada tidaknya kebocoran pada kolam. Setelah itu barulah kolam dikeringkan kembali untuk tahapan persiapan berikutnya.

2.Pembibitan atau pembenihan

Saat ini membeli benih ikan nila cukup mudah. Anda bisa membeli bibitnya dari Dinas Perikanan setempat atau toko-toko benih ikan. Untuk benih yang bagus adalah yang berukuran 5—10 sentimeter. Kelincahan benih ikan nila saat saat bergerak juga merupakan indikasi kalau benih tersebut sehat.

Sebelum mengisi kolam kembali, lakukan pemeriksaan sekali lagi terhadap kondisi kolam. Setelah dicek, taburi dasar kolam terlebih dahulu dengan kapur sebanyak 25 gram—1kg per meter persegi.

Selain itu, jangan lupa juga untuk menaburinya dengan pupuk kandang sebanyak ½ kg per meter persegi. Setelah selesai, barulah kolam diisi dengan air.

Perlu diingat bahwa bibit ikan nila tidak boleh langsung diturunkan di kolam begitu kolam terisi air. Biarkan dulu air kolam tergenang selama 5—7 hari sampai tumbuh plankton. Setelah itu, barulah bibit ikan nila ditebarkan dengan tingkat kepadatan 5—10 ekor per meter persegi. Jangan lebih dari itu agar bibit ikan nila bisa tumbuh dengan sehat dan cepat.

Untuk pakannya, bibit ikan nila diberi pakan berupa pelet ikan setiap hari dengan kandungan karbohidrat (70 persen), lemak (70 persen), protein 20—30 persen, dan dedaunan. Setelah ikan nila mencapai usia 6 bulan, barulah ikan nila bisa dipanen dengan berat berkisar 400—600 gram.

Demikianlah ulasan tentang tips budidaya ikan nila di kolam kecil yang semoga bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *