Perbedaan Umroh Dan Haji yang Harus Dipahami Dilihat Dari

Bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam, naik haji tentu menjadi impian setiap orang. Namun banyaknya antrian untuk bisa pergi ke tanah suci membuat sebagian orang memilih untuk melaksanakan umroh terlebih dahulu. Berikut ini perbedaan umroh dan haji yang perlu dipahami agar tidak salah dalam menafsirkan. Mari kita simak ulasannya.

1. Dilihat Dari Pengertian Umroh dan Haji

Perbedaan umroh dan haji terletak pada pengertiannya itu sendiri. Umroh adalah ibadah sunnah yang apabila dilakukan akan mendapat kemuliaan di sisi Allah swt. Umroh dapat diisyaratkan dalam alquran sebagai salah satu ibadah amaliah atau ibadah yang menuntut pengorbanan harta dan benda.

Sedangkan haji secara bahasa bermakna al-qoshdu (sengaja) yaitu mengunjungi tempat yang dimuliakan oleh Allah swt. Secara istilah adalah serangkaian ibadah yang dilakukan di waktu dengan tata cara tertentu untuk mendapat ridha Alllah swt. Haji merupakan rukun islam ke 5 yang menjadi salah satu indikator bagi kesempurnaan keislaman seseorang.

2. Dilihat Dari Waktu Pelaksanaan Umroh Dan Haji

Perbedaan umroh dan haji juga dapat dilihat dari waktu pelaksanaannya. Untuk haji sudah ditetapkan yaitu antara tanggal 9- 13 bulan dzulhijjah atau yang lebih dikenal dengan musim haji. Itu berarti waktu haji hanya terjadi satu kali dalam setahun yaitu sekitat 5 hari di bulan dzulhijjah tersebut

Untuk umroh pelaksanaannya bisa dilakukan kapan saja dan hanya sunnah dilakukan sekali seumur hidup. Sehingga seorang muslim tidak perlu menunggu bulan atau waktu tertentu untuk bisa melaksanakan ibadah ini. Jika kesiapan fisik dan mental sudah maksimal maka bisa langsung mendaftarkan diri pada biro travel umroh agar segera berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan umroh. jual bedug

3. Dilihat Dari Hukum Umroh Dan Haji

Hukum mengenai umroh para ulama memiliki pendapat yang berbeda- beda. Ulama yang menyepakati umroh adalah ibadah sunnah muakkadah (sunnah yang dianjurkan) adalah Imam Maliki dan Imam Hanafi. Sedangkan pendapat yang mewajibkan adalah Imam Syafi’i dan Imam Hambali.

Berbeda dengan umroh, hukum haji wajib bagi muslim yang mampu dan di tegaskan dalam surat Al-Imron ayat 97. Dimana seseorang wajib melaksanakan ibadah haji apabila telah mampu. Mampu disini adalah setiap muslim yang mempunyai kemampuan baik secara fisik, biaya dan waktu.

Nah itulah perbedaan umroh dan haji yang harus dipahami. Meskipun berbeda dari segi hukum dan waktunya, namun secara garis besar umroh dan haji memiliki syarat wajib yang sama yaitu islam, mukallaf, orang merdeka dan mampu.

Jual Kulit Sapi

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *