Kakak Sandiaga Uno memberi Tanggapan Kartu Pra Kerja

Co-Founder OK-OCE, Indra C Uno, menyerahkan komentar soal kartu Pra-Kerja yang baru-baru ini diwacanakan oleh Presiden Joko Widodo. Kakak kandung Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno ini menilai pemerintah seharusnya memberikan kemudahan pelatihan guna lowongan kerja terbaru masyarakat.

Tujuannya, demi menambah kapabilitas masyarakat, bukan sekadar memberikan pertolongan berupa duit tunai. Indra kemudian membandingkan program Pra-Kerja Jokowi dengan Program OK-OCE yang digagas Sandi semenjak masih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

lowongan kerja bumn

Menurutnya, program OK-OCE berhasil menurunkan angka pengangguran melalui sekian banyak komunitas wirausaha.

“Kalau kami konsepnya simpel di OK-OCE. Di OK-OCE memberdayakan masyarakat dengan sendirinya,” kata Indra ketika didatangi di Surabaya, Jumat (5/4/2019).

Program OK-OCE tidak sedikit memberikan pelatihan sampai-sampai masyarakat dapat untuk menghadapi sekian banyak tantangan sekitar berwirausaha. “Ini bukan disuapin,” sindirnya.

Pihaknya khawatir, bilamana para angkatan kerja tak mendapat pelatihan, malah akan kendala untuk menambah usahanya.

“Kalau contohnya kartu itu lebih ingin ke penyuapan akan menciptakan masyarakat saat menemukan kendala baru tak dapat terbedayakan,” katanya.

“Di OK-OCE, kami mengerjakan pelatihan untuk menambah knowledge-nya, pun mendampingi pengaplikasian knowledge-nya,” terangnya.

Sebelumnya, Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, menyatakan bahwa Kartu Pra-Kerja ialah program tumpuan lowongan kerja bumn Jokowi yang ditujukan untuk meminimalisir pengangguran dan mewujudkan keadilan sosial.

Program ini, ujarnya, bakal menyasar dua golongan, yakni pekerja yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan alumni Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan perguruan tinggi yang belum bekerja.

Arya menuliskan pelatihan kemampuan akan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) sekitar dua hingga tiga bulan, di mana dalam proses tersebut peserta bakal diberi tunjangan.

Untuk mantan pekerja yang kena PHK, mereka bakal tetap diberi tunjangan maksimal tiga bulan sesudah proses pelatihan selesai.

Sementara itu, lanjutnya, alumni sekolah menengah atau perguruan tinggi bakal menerima tunjangan maksimal sekitar setahun setelah mengawali pelatihan, sekitar mereka belum mendapat pekerjaan.

Namun, pihaknya belum menyatakan detail besaran tunjungan tersebut.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *