Jarak ratusan kilometer tak menyurutkan motivasi Suharsih, warga tidak cukup mampu penderita katarak asal Kecamatan Sukamaju, Luwu Utara untuk mengekor program operasi katarak cuma-cuma di Makassar, Selasa (12/2/2019) malam, ditemani anaknya Sriwardaningsih (40), Suharsih berangkat dari kediamannya ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar dengan memakai bus. Perjalanan juga memakan waktu tidak cukup lebih 12 jam. Keputusan Suharsih itu ternyata bermula dari informasi adanya operasi katarak cuma-cuma yang didapat dari menantunya, Hajanti (56). “Kami lihat ada pemberitahuan (operasi katarak gratis) di sini (RS Bhayangkara), kemudian saya tanya-tanya dokter tentang infonya,” kata Hajanti.

Setelah mengumpulkan sekian banyak informasi tentang operasi tersebut, Hajanti langsung menghubungi Sriwardaningsih dan memintanya mendampingi sang mertua ke Makassar guna mengobati penyakit katarak yang telah dideritanya sekitar lebih dari 10 tahun itu. “Biar jauh, yang urgen kan dapat sembuh,” kata dia.

Hal yang sama juga dilaksanakan Daniel (53), penderita katarak asal Palopo, Sulawesi Selatan. Meski mesti menempuh ratusan kilometer, ia dan istrinya Rosari (55) tetap pergi ke Kota Makassar demi mendapat kesembuhan. “Ya kami ke sini naik bus dari Palopo, tidak tidur, namun tidak apa-apa yang penting dapat sembuh,” ungkap Daniel. Katarak di Indonesia Operasi memang dibutuhkan penderita penyakit katarak supaya terhindar dan terbebas dari kebutaan.

obat herbal katarak

Berdasarkan keterangan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), penyakit katarak adalahpenyumbang angka kebutaan tertinggi di Tanah Air. Rata-rata penderitanya ialah mereka yang berusia di atas 50 tahun. Masih di Kota Makassar, Sido Muncul pun menggelar Operasi Katarak Gratis di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Jumat (15/2/2019)(Kompas.com/Hotria Mariana) Hal itu diperkuat oleh Direktur Pelayanan Medik RS Universitas Hasanuddin (Unhas) yang pun Ketua Perdami Cabang Sulawesi Selatan, Dr. dr. Habibah Setyawati Muhidin, Sp.M(K). “Kebutaan sebab katarak masih mendominasi, tak melulu di Sulawesi Selatan tapi pun di semua Indonesia.

Bahkan jumlah operasi yang dilaksanakan masih jauh dari yang diharapkan,” katanya ketika menghadiri acara operasi katarak cuma-cuma Kuku Bima Energi G- Sido Muncul di RS Unhas Makassar, Jumat (15/2/2019). Mengenai tingkat keberhasilan bebas dari penyakit katarak, dr. Habibah menjelaskan, dapat diukur dengan penghitungan cataract surgical rate (CSR). Berdasarkan cara itu, jumlah ideal operasi obat herbal katarak di negara berkembang ialah 3.500 operasi per satu juta penduduk.

Sedangkan, lanjut dia, di Indonesia masih di angka 1.500. Ini berarti RI belum sepenuhnya dapat mengatasi persoalan penyakit tersebut. Bergerak melawan katarak Tingginya angka permasalahan katarak di Indonesia ternyata menyentil nurani Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat. Bekerja sama dengan sekian banyak instansi dan organisasi masyarakat laksana Polri, TNI, dan Perdami, perusahaan obat herbal tersebut melangsungkan Operasi Katarak Gratis guna kesatu kalinya pada tahun 2011. Hasilnya, sekitar delapan tahun, sejumlah 51.800 mata sukses disembuhkan dari katarak. Angka itu tersebar di 27 provinsi, 211 kota dan kabupaten, 237 lokasi tinggal sakit dan klinik mata di semua Indonesia.

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat ketika menengok di antara pasien peserta Operasi Katarak Gratis Suharsih (70) asal Sukamaju, Luwu Utara. (Kompas.com/Hotria Mariana) Baru-baru ini saja, Kuku Bima Energi G-Sido Muncul kembali menyelenggarakan program operasi katarak cuma-cuma di dua lokasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pertama di RS Bhayangkara Makassar.

Di sini, sejumlah 150 warga tidak cukup mampu penderita katarak dari sekian banyak penjuru Sulawesi Selatan tercatat sebagai peserta pasien operasi cuma-cuma yang dilangsungkan Kamis (14/2/2019). Acara itu turut mengundang sejumlah pejabat urgen setempat, laksana Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan yang diwakili Asisten SDM Polri Irjen Pol. Dr. Eko Indra Heri dan Perwakilan SPBK Perdami Pusat, serta pejabat berhubungan lainnya. Operasi katarak cuma-cuma kedua berlanjut di RS Unhas Makassar, Jumat (15/2/2019) lalu. Di sini terdaftar 100 warga tidak cukup mampu penderita katarak sukses disembuhkan berkat operasi. Di samping Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, dalam acara kedua ini turut muncul Direktur Pelayanan Medik RS Unhas sekaligus Ketua Perdami Sulawesi Selatan Dr. dr. Habibah S. Muhiddin, Sp.M(K) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr. Naisyah T. Azikin, serta semua tenaga medis lokasi tinggal sakit.

Program bakti sosial Sido Muncul itu ternyata mendapat tidak sedikit apresiasi, tidak saja dari pejabat wilayah setempat, tapi pun dari semua pasien peserta operasi katarak gratis. “Merasa terbantu dan paling berterima kasih,” ungkap Daniel peserta operasi cuma-cuma di RS Unhas Makassar. Perlu diketahui, pada 2018 target Sido Muncul guna menyembuhkan penyakit katarak melulu 1.200 mata. Namun, pada 2019 dan ke depan perusahaan yang identik dengan produk obat herbal ini akan mendongkrak targetnya menjadi 12.000 mata per tahun. Tak melulu berhenti pada masalah katarak, Sido Muncul juga berencana menyelenggarakan operasi cuma-cuma untuk bibir sumbing dan membina rumah singgah untuk para penderita kanker. “Saat ini pihak kami sedang dalam tahap menggali pasien melewati kerja sama dengan sekian banyak yayasan bersangkutan,” ujar Irwan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *